Kamis, 12 September 2019

Sepenggal Rasa Untuk Eyang Sang Putra Terbaik Bangsa

Selepas maghrib, engkau mengembuskan napas terakhir. Katanya, jantungmu memilih menyerah. Ah, kupikir bukan itu. Ada hal lain yang engkau telah lama nantikan. Hatimu telah melapang untuk bertemu dengan hilang, bertemu pulang jauh keabadian.

Dibalik raut tuamu itu katanya. Engkau memilih menyerah. Padahal dokter telah mengusahakan penuh upaya. Kupikir lagi sepertinya tidak. Engkau bukan memilih menyerah tapi jiwamu sudah siap bertemu kekasih hati yang sejak lama ingin dijumpai. Sang Maha Satu atau Perempuan hebat yang kau ajak saling mengidam - idamkan.

Perihal kematian memang misteri kehidupan. Hanya saja kudengar dari balik layar televisi. Salah seorang sahabatmu menuturkan engkau telah siap dalam beberapa hari terakhir melepas belenggu dunia. Firasatmu terbukti benar. Sang Pemilik Jiwa dan Raga mengutus utusan untukmu.
Bagaimana rasanya sekarang? Sudah terlepaskah himpitan dadamu? Tertunaikah rindumu pada ratu mahligaimu?

Lantas, siapa yang tak mengenal sosokmu? Ibu pertiwi bahkan menyimpan selalu namamu dalam sudut memori ingatannya. Membungkusnya dengan sebaik - baik kenangan. Untuk generasi nanti, katanya. Barangkali ada yang bisa seperti dirimu lebih - lebih melampauimu.

Eyang, umurmu sudah sepuh. Pemikiranmu sudah terlampau banyak. Kata 'Indonesia' sudah tak mampu terhitung kau gaungkan. Cintamu akan negeri ini kau bawa mati sampai saripati.

Dimana lagi kami mendengar gaungan itu? Dimana lagi kami mencari semangat cinta tanah air?

Sudah bukan rahasia lagi. Kami saling mencaci. Saling mengatai. Tidak mengasihani. Saling berprasangka tanpa sadar diri.

Ah, ini bukan urusanmu lagi. Ayo, lekas temui perempuan pemilik separuh jiwamu itu. Tak usah khawatir akan negeri ini. Disini selalu masih ada jiwa - jiwa pemberani dan saling menyayangi.

Tenang saja. Indonesia akan baik - baik saja.

Selamat melepas rindu, Eyang. Terima kasih atas wajah jenakamu itu.

Seberes menonton Mata Najwa, Rabu 11 September 2019.


0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda